HomeHome  ­GalleryGallery  ­CalendarCalendar  ­FAQFAQ  ­SearchSearch  ­RegisterRegister  ­MemberlistMemberlist  ­UsergroupsUsergroups  ­Log inLog in  
Log in
Username:
Password:
Log me on automatically at each visit: 
:: I forgot my password
Who is Online ?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest :: 1 Bot

None

Most users ever online was 31 on Tue Nov 10, 2009 4:05 pm
Latest topics
» Things you dont want to hear during surgery.. =D
Mon Nov 16, 2009 2:19 pm by Undercover

» Cadangan ; membuat program Bakti Siswa (BAKSIS)
Wed Nov 11, 2009 10:14 pm by amalin rahman

» Produk Jualan Unit Ekonomi 2008 2009 (Update : Iklan Tshirt)
Sun Nov 08, 2009 1:35 pm by Unit Ekonomi

» Terkini (Iklan Tshirt Ikhwah)
Sat Nov 07, 2009 2:34 am by Unit Ekonomi

» Pengumuman (Evoiz : STOP)
Wed Nov 04, 2009 12:05 am by Unit Ekonomi

» AJK/ Wakil Jualan Ekonomi
Tue Nov 03, 2009 11:07 pm by Unit Ekonomi

» Buying Runescape Gold (GP) or Runescape Items
Thu Oct 15, 2009 7:58 am by mollyholly

» Software chat new version
Sat Sep 26, 2009 9:05 am by Romie

» Tahun 3 pulok!
Tue Sep 01, 2009 8:02 pm by starry_heart

Top posters
Nour El
 
Allotropic
 
meteorex
 
budak baik
 
n.i.a.z
 
upp_pcm
 
goLLacaSe
 
kokkunkap
 
panglima islam
 
Goku
 
Search
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
November 2009
SunMonTueWedThuFriSat
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930     
CalendarCalendar
Navigation
 Portal
 Index
 Memberlist
 Profile
 FAQ
 Search
Post new topic   Reply to topicShare | 
 

 Bagaimana Rupanya Gunung Wahai 'Gunung'?

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Hijau Yang Damai
Viewer
Viewer


Number of posts: 33
Registration date: 2007-12-11

PostSubject: Bagaimana Rupanya Gunung Wahai 'Gunung'?   Tue Oct 07, 2008 1:33 pm

Bagaimana Rupanya Gunung Wahai 'Gunung'?



[img][/img]
Seorang anak mengungkapkan satu persoalan kepada ayahnya. “Yah,rupa gunung itu seperti apa ya?” Sang ayah tidak menjawab. Ia hanya berkata, “Baiklah, kita berangkat menuju gunung. Akan kamu lihat seperti apa wajah gunung itu.”

Berangkatlah mereka berdua dengan menaiki kereta. Perjalanan itu memakan masa yang lama, kerana jarak antara tempat tinggal mereka dengan gunung terdekat memakan waktu empat jam dengan kereta. Jarak yang jauh. Bahkan sangat jauh untuk ukuran seorang kanak-kanak yang berusia enam tahun.

Ketika perjalanan sudah menempuh hampir separuh perjalanan, anak itu berteriak, “Horrayyy, gunungnya sudah kelihatan.” Dari balik kaca kereta, sebuah gunung mengbiru terlihat begitu anggun. Puncaknya menjulang ke langit nan biru dan menembus awan putih. “Oh, indahnya gunung itu,” ucap sang anak. Ia benar-benar kagum.

Kereta mereka pun terus dipandu laju. Jalan yang ditempuh tidak lagi lurus dan datar, tapi sudah berbelok-belol dan naik turun. Wajah gunung pun terlihat hijau kerana dedaunan pohon mulai tampak walaupun cuma didominasi warna. Anak itu ujar lagi, “Oh, ternyata gunung itu berwarna hijau. Ada pohon-pohon kecil yang berjajar.”

Sambil menikmati pemandangan sekitar, anak itu pun menyanyikan lagu: “Naik naik ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali…” Hingga, perjalanan berhenti pada sebuah dataran yang sangat tinggi. Dari situlah mereka bukan hanya bisa melihat wajah gunung yang asli, bahkan juga memegang dan menginjak gunung. Mereka sudah berada di puncak gunung.

“Gunungnya mana, Yah?” tanya anak itu kehairanan. “Inilah wajah gunung yang kamu cari, tanah yang sedang kita pijak ini,” jawab sang ayah sambil menunjuk ke tanah yang menanjak dan menurun. Anak itu agak hairan. “Ini? Tanah yang gersang ini? Tanah yang cuma berisi batu dan pohon-pohon kecil dengan air sungainya yang keruh?”

Sang ayah mengangguk pelahan. Ia menangkap warna kekecewaan yang begitu dalam pada diri anaknya. “Anakku, mari kita pulang. Mari kita nikmati wajah gunung dari kejauhan. Mungkin, dari sanalah kita boleh mengatakan bahawa gunung itu indah…”

Ketika seseorang sudah menjadi ‘gunung-gunung’ di masyarakatnya. Di mana, wajahnya boleh dilihat ramai orang, suaranya didengar banyak orang; akan muncul persoalan bagi orang-orang yang melihat dan mendengar tokoh baru itu. Mereka ingin tahu, seperti apakah wajah sang tokoh ketika dilihat dari dekat: perilakunya, kehidupan rumah tangganya, dan hal-hal terperinci lain.

Sayangnya, tidak semua ‘gunung’ yang terlihat indah ketika jauh, benar-benar indah di saat dekat. Para peminat yang ingin dekat dengan ‘gunung’ itu pun pasti kecewa. Ternyata, ‘gunung’ yang dari jauh indah itu, menyimpan banyak cacat. Keindahannya hanya palsu.

Mari, kita bangunkan ‘gunung-gunung’ diri yang benar-benar indah, baik dari jauh, apalagi dekat. Jangan biarkan mereka yang kagum, menjadi kecewa. Jangan sampai ada orang-orang yang ujar persis seperti sang ayah berkata, “Anakku, mari kita menjauh. Mungkin hanya dari kejauhanlah, kita mampu mengatakan bahawa ‘gunung’ itu indah…”

Posted by
Hijau yang damai
at 10:06 AM
Labels: Edisi Tarbiyah

www.hijaudamai.blogspot.com
Back to top Go down
View user profile
 

Bagaimana Rupanya Gunung Wahai 'Gunung'?

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions of this forum:You cannot reply to topics in this forum
 :: Karya atau Artikel anda .. :: Hantar disini...-
Post new topic   Reply to topic