HomePortalCalendarFAQSearchRegisterMemberlistUsergroupsLog in
Navigation
 Portal
 Index
 Memberlist
 Profile
 FAQ
 Search
Log in
Username:
Password:
Log in automatically: 
:: I forgot my password
Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest :: 1 Bot

None

Most users ever online was 177 on Mon Jul 26, 2010 8:41 pm
Latest topics
» Tahun 2 Perubatan
Tue Oct 30, 2012 11:42 pm by Hangen

» BERAS PCM... dapatkan dari Unit Ekonomi sekarang!~
Tue Jan 04, 2011 7:21 am by Nour El

» Promosi VOIP Super Duper Deal!!~
Tue Jan 04, 2011 6:59 am by Nour El

» AJK/Wakil Jualan Unit Ekonomi 10/11
Wed Dec 15, 2010 5:27 am by Castello

» Qillerk's VoIP~ just for you..<3
Wed Dec 15, 2010 1:10 am by Nour El

» aku ingin menangis
Mon Dec 13, 2010 1:07 am by hasanbana

» semangat belajar dan semangat juang
Fri Dec 10, 2010 9:52 pm by hasanbana

» Siri Aku Berkenalan Dengan Jin (Final)
Thu Nov 11, 2010 4:42 pm by budak baik

» Apa hukum pakai pendakap gigi? Adakah ia sama seperti mengubah kejadian ALLAH seperti tatoo?
Wed Nov 10, 2010 8:15 am by hambaAllah

» Senarai Barang-barang jualan Unit Ekonomi
Wed Nov 03, 2010 1:42 pm by mencari_maksud

Top posters
Nour El
 
Allotropic
 
budak baik
 
meteorex
 
satudua
 
upp_pcm
 
izzati.abdullah
 
hasanbana
 
goLLacaSe
 
kokkunkap
 
Search
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
December 2016
SunMonTueWedThuFriSat
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
CalendarCalendar

Share | 
 

 Saya Ibu Terjahat Di Dunia!!!

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
budak baik
Administrator
Administrator


Number of posts : 75
Age : 28
Location : dunia fana
Points : 27
Registration date : 2007-12-16

PostSubject: Saya Ibu Terjahat Di Dunia!!!   Mon Dec 31, 2007 5:16 pm

[You must be registered and logged in to see this image.]


20 tahun yang lalu saya melahirkan seorang bayi laki-laki, wajahnya comel tetapi nampak bodoh. Zain, suamiku memberinya nama Yusri. Semakin lama
semakin nampak jelas bahawa anak ini memang agak terkebelakang. Saya
berniat mahu memberikannya kepada orang lain saja supaya dijadikan budak
atau pelayan bila besar nanti. Namun Zain mencegah niat buruk itu.
Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga.
Pada tahun kedua kelahiran Yusri, saya pun melahirkan pula seorang anak
perempuan yang cantik. Saya menamakannya Aisyah. Saya sangat menyayangi
Aisyah, begitu juga Zain. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman
hiburan dan membelikan pakaian anak-anak yang indah-indah...
Namun tidak demikian halnya dengan Yusri. Ia hanya memiliki beberapa helai
pakaian lama. Zain berniat membelikannya, namun saya selalu melarang dengan
alasan tiada wang. Zain terpaksa menuruti kata saya.
Saat usia Aisyah 2 tahun, Zain meninggal dunia. Yusri sudah berumur 4 tahun
ketika itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin
bertambah. Saya mengambil satu tindakan yang akhirnya membuatkan saya
menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya
bersama Aisyah. Saya tinggalkan Yusri yang sedang tertidur lelap begitu saja.
Setahun.., 2 tahun.., 5 tahun.., 10 tahun.. berlalu sejak kejadian itu.
Saya menikah kembali dengan Kamal, seorang bujang. Usia pernikahan kami
menginjak tahun kelima. Berkat Kamal, sifat-sifat buruk saya seperti
pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih
sabar dan penyayang. Aisyah sudah berumur 15 tahun dan kami menyekolahkan
dia di sekolah jururawat. Saya tidak lagi ingat berkenaan Yusri dan tiada
memori yang mengaitkan saya kepadanya.
Hinggalah ke satu malam, malam di mana saya bermimpi mengenai seorang
anak.
Wajahnya segak namun kelihatan pucat sekali. Dia melihat ke arah saya.
Sambil tersenyum dia berkata, "Makcik, makcik kenal mama saya? Saya rindu
sekali pada mama!" Sesudah berkata demikian ia mulai pergi, namun saya
menahannya, "Tunggu..., saya rasa saya kenal kamu. Siapa namamu wahai
anak yang manis?"
"Nama saya Yusri, makcik."
"Yusri...? Yusri... Ya Tuhan! Benarkah engkau ni Yusri???" Saya terus tersentak dan terbangun.Rasa bersalah, sesal dan pelbagai perasaan aneh yang lain menerpa diri saya pada masa itu juga. Tiba-tiba
terlintas kembali kisah yang terjadi dulu seperti sebuah filem yang
ditayangkan kembali di kepala saya. Baru sekarang saya menyedari betapa
jahatnya perbuatan saya dulu. Rasanya seperti mahu mati saja saat itu.
Ya,saya patut mati..., mati..., mati...
Ketika tinggal seinci jarak pisau yang ingin saya goreskan ke pergelangan
tangan, tiba-tiba bayangan Yusri melintas kembali di fikiran saya. Ya
Yusri, mama akan menjemputmu Yusri, tunggu ya sayang!...
Petang itu saya membawa dan memarkir kereta Civic biru saya di samping
sebuah pondok, dan ia membuatkan Kamal berasa hairan. Beliau menatap wajah
saya dan bertanya,
"Hasnah, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kita berada di sini?"
"Oh, Kamal, kau pasti akan membenciku selepas saya menceritakan hal yang
saya lakukan dulu," Aku terus menceritakan segalanya dengan terisak-isak...
Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia memberikan suami yang begitu
baik dan penuh pengertian. Selepas tangisan saya reda , saya keluar dari
kereta dengan diikuti oleh Kamal dari belakang. Mata saya menatap lekat
pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya.
Saya mula teringat yang saya pernah tinggal dalam pondok itu dan saya
tinggalkannya, Yusri.. Yusri... Di manakah engkau?
Saya meninggalkan Yusri di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih
saya berlari menghampiri pondok tersebut dan membuka pintu yang
diperbuat daripada buluh itu... Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apapun di
dalamnya!
Perlahan-lahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan
kecil itu. Namun saya tidak menemui sesiapapun di dalamnya. Hanya ada
sehelai kain buruk yang berlonggok di lantai tanah. Saya mengambil
seraya mengamatinya dengan betul-betul... Mata mulai berkaca-kaca, saya
mengenali potongan kain itu . Ini adalah baju buruk yang dulu dipakai oleh Yusri
setiap hari...
Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sangat sedih dan bersalah,
sayapun keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras.
Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Kamal mulai menaiki
kereta untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang
berdiri di belakang kereta kami. Saya terkejut sebab suasana saat itu
gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang sangat kotor. Ternyata
ia seorang wanita tua. Saya terkejut lagi apabila dengan tiba-tiba dia menegur
saya. Suaranya parau.
"Heii...! Siapa kamu?! Apa yang kamu mahu?!"
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apakah ibu kenal
dengan seorang anak bernama Yusri yang dulunya tinggal di sini?"
Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu adalah perempuan terkutuk!!
Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Yusri terus
menunggu ibunya dan memanggil, 'Mama..., mama!' Kerana tidak tahan
melihat keadaannya, kadang-kadang saya memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemungut sampah,
namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu
Yusri meninggalkan sehelai kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari
selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."
Saya pun membaca tulisan di kertas itu... "mama, mengapa mama tidak
pernah kembali lagi...? mama marah pada Yusri, ya? mama, biarlah Yusri yang
pergi saja, tapi mama harus berjanji mama tidak akan marah lagi pada Yusri."
Saya menjerit histeria membaca surat itu. "Tolong bagi tahu.. di mana
dia sekarang? Saya berjanji akan menyayanginya sekarang! Saya tidak akan
meninggalkannya lagi! Tolonglah cakap...!!!" Kamal memeluk tubuh saya yang
terketar-ketar dan lemah.
[You must be registered and logged in to see this image.]

"Semua sudah terlambat (dengan nada lembut). Sehari sebelum kamu datang,
Yusri sudah meninggal dunia. Dia meninggal di belakang pondok ini.
tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang pondok ini tanpa berani masuk ke dalamnya. Dia takut apabila
mamanya datang, mamanya akan pergi lagi apabila melihatnya ada di dalam
sana ... Dia hanya berharap dapat melihat mamanya dari belakang pondok
ini... Meskipun hujan deras, dengan keadaannya yang lemah ia
terus berkeras menunggu kamu di sana . Dosa kamu tidak akan terampun!"
Saya kemudian pengsan dan tidak ingat apa-apa lagi.

Semoga kisah ini menjadi pengajaran bagi kita sebagai pelajar mahupun bagi yang
akan mendirikan rumah tangga. Janganlah menyalahkan apa yang sudah diberikan oleh Allah.
Tetapi hargailah apa yang diberikan oleh Allah. Dan cuba bersabar.
Kerana DIA tidak akan memberikan sesuatu apapun dengan sia-sia.


Moral - sayangi orang di sekitar anda. kita tidak tahu siapa yang benar benar menyayangi kita... I love you I love you I love you
Back to top Go down
View user profile
pensel biru
Viewer
Viewer


Number of posts : 24
Points : 0
Registration date : 2007-12-17

PostSubject: Re: Saya Ibu Terjahat Di Dunia!!!   Tue Jan 01, 2008 12:18 am

huk2.....sayu nye cte ni...... Crying or Very sad
Back to top Go down
View user profile
eL-bibs
Viewer
Viewer


Number of posts : 27
Points : 0
Registration date : 2007-12-14

PostSubject: Re: Saya Ibu Terjahat Di Dunia!!!   Fri Jan 04, 2008 11:02 pm

sayangi mak ayah abgs kakaks adiks anakbuahs..
treasure wat u already hv..
Back to top Go down
View user profile
sool
Guest



PostSubject: ..   Sun Jan 06, 2008 8:56 pm

good story..pnjngkan lagi lagi best
Back to top Go down
Sponsored content




PostSubject: Re: Saya Ibu Terjahat Di Dunia!!!   Today at 3:09 pm

Back to top Go down
 
Saya Ibu Terjahat Di Dunia!!!
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
 :: Karya atau Artikel anda .. :: Hantar disini...-
Jump to: