HomePortalCalendarFAQSearchRegisterMemberlistUsergroupsLog in
Navigation
 Portal
 Index
 Memberlist
 Profile
 FAQ
 Search
Log in
Username:
Password:
Log in automatically: 
:: I forgot my password
Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest :: 1 Bot

None

Most users ever online was 177 on Mon Jul 26, 2010 8:41 pm
Latest topics
» Tahun 2 Perubatan
Tue Oct 30, 2012 11:42 pm by Hangen

» BERAS PCM... dapatkan dari Unit Ekonomi sekarang!~
Tue Jan 04, 2011 7:21 am by Nour El

» Promosi VOIP Super Duper Deal!!~
Tue Jan 04, 2011 6:59 am by Nour El

» AJK/Wakil Jualan Unit Ekonomi 10/11
Wed Dec 15, 2010 5:27 am by Castello

» Qillerk's VoIP~ just for you..<3
Wed Dec 15, 2010 1:10 am by Nour El

» aku ingin menangis
Mon Dec 13, 2010 1:07 am by hasanbana

» semangat belajar dan semangat juang
Fri Dec 10, 2010 9:52 pm by hasanbana

» Siri Aku Berkenalan Dengan Jin (Final)
Thu Nov 11, 2010 4:42 pm by budak baik

» Apa hukum pakai pendakap gigi? Adakah ia sama seperti mengubah kejadian ALLAH seperti tatoo?
Wed Nov 10, 2010 8:15 am by hambaAllah

» Senarai Barang-barang jualan Unit Ekonomi
Wed Nov 03, 2010 1:42 pm by mencari_maksud

Top posters
Nour El
 
Allotropic
 
budak baik
 
meteorex
 
satudua
 
upp_pcm
 
izzati.abdullah
 
hasanbana
 
goLLacaSe
 
kokkunkap
 
Search
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
December 2016
SunMonTueWedThuFriSat
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
CalendarCalendar

Share | 
 

 surat dr penjaga2 malam..

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
iqbalhakim
Viewer
Viewer


Number of posts : 26
Points : 1
Registration date : 2007-12-06

PostSubject: surat dr penjaga2 malam..   Mon Jan 07, 2008 12:13 am

::surat cinta:: - Dihantar ke web pada 1 June 2007
Ditujukan kepada :
Insan yang tersia-sia malamnya

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Wahai orang-orang yang terpejam matanya,

Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat
cinta kepadamu.

Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami sibuk di
sepertiga terakhir.

Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahsianya yang penuh
pesona. Kami tahu dirimu

bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia.
Namun kami tak perlu

bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara
dari syurga.

Wahai orang-orang yang terlelap,

Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak
mampu

melihat tenaga cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya
membuat dirimu hanyut

tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat
dirimu terlena,

menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan
bantal dan

gulingmu, bergeliat manja dibalik selimutmu yang demikian hangatnya.
Aduhai kau sangat

menikmatinya.

Wahai orang-orang yang terlena,

Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!! Yang setiap malam terpejam
matanya, yang terlelap

pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu
menggoda. Kami tidak

seperti dirimu!! Kami adalah para perindu kamar di syurga. Tak
pernahkah kau dengar Sang

Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di syurga itu
ada kamar yang sisi

luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar.
Disediakan untuk mereka yang

memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta
mendirikan

solat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." Sudahkah kau
dengar tadi? Ya, sebuah

kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan
solat pada saat

manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta,

Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah,
Periwayat Hadis

Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi.
Penghujung malam adalah

kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau? Kenikmatan itu tidak serta
merta kukecap sendiri.

Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu
untukku, satu untuk istriku

tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu
dari kami selesai

mendirikan solat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk
menikmati bagiannya.

Subhanallah, tak tergerakkah dirimu? Pedulikah kau pada keluargamu?
Adakah kebaikan

yang kau inginkan dari mereka? Sekedar untuk membangunkan orang-orang
yang paling

dekat denganmu, keluargamu?

Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku
sebagai Sang Penakluk

kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu
Katsir mengomentari

diriku, katanya, "Nuruddin itu sudah asyik dengan solat malam, banyak
berpuasa dan

berjihad dengan akidah yang benar." Kemenangan demi kemenangan aku
raih bersama

pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah
perbincangan seru. Kata

mereka, "Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan kerana pasukannya yang
banyak. Tetapi

lebih kerana dia mempunyai rahasia bersama Tuhan." Aku tersenyum,
mereka memang

benar. Kemenangan yang kuraih adalah kerana do'a dan solat-solat
malamku yang penuh

kekhusyu'an.

Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku? Dialah
Isteriku tercinta, Khatun

binti Atabik. Dia adalah istri solehah di mataku, terlebih di mata
Allah. Malam-malam kami

adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan. Gemerisik dedaunan
dan desahan

angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami
jatuh berderai dalam

sujud kami yang panjang.

Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan
jiwaku itu tampak

murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya
Allah, ternyata dia

tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan
untuk beribadah.

Astaghfirullaah, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera
setelah peristiwa itu

kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus
untuknya. Pegawai

itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di
sepertiga malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai,

Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqsa, rumah Allah yang
diberkati.

Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Shalahuddin
Al-Ayyubi.

Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang
Panglima yang selalu

menjaga solat berjama'ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Al-
Qur'an yang

indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu.
Saat-saat dimana aku

bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah
perjuangan-perjuang an

nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terlena,

Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel? Akulah orang
dibalik

penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Namun tahukah kau bahwa
sehari sebelum

penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk
berpuasa pada siang

harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan solat malam dan munajat
penuh harap akan

pertolongan- Nya. Jika Allah memberikan kematian kepada kami pada
siang hari disaat kami

berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang
hari kami berada di

ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Allah temukan
kami berada dalam

kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.

Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya,

Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan? Mereka
sangat merindukan

air yang keluar dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa
sangat menyengat, padang

pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk
mengadakan Solat

Istisqa yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada
wajah-wajah besar yang

turut serta di sana, Malik bin Dinar, Atha' As-Sulami, Tsabit Al-
Bunani. Solat dimulai, dua

rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang
penuh berkah.

Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada
tanda-tanda hujan akan

turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru.
Dalam hati mereka

bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air hujan
itu tertahan di

langit? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini?

Solat demi solat Istisqa didirikan, namun hujan tak kunjung datang.
Hingga suatu malam,

Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat
malam itulah, aku,

Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian
usang, datang ke

masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk solat Istisqa
sendirian, dua orang

terpandang itu mengamati gerak gerikku.

Setelah solat, dengan penuh kekhusyu'an kutengadahkan tanganku ke
langit, seraya berdo'a :
"Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba- Mu yang berkali-kali datang
kepada-Mu memohon

sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikit pun kekuasaan-Mu.
Apakah ini kerana

apa yang ada pada-Mu sudah habis? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu
telah hilang?

Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar
Engkau

berkenan memberi kami hujan secepatnya."

Lalu apa gerangan yang terjadi? Angin langsung datang bergemuruh
dengan cepat, mendung

tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do'a seorang
pelayan ini. Do'aku

dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi
yang tandus yang

sudah lama merindukannya.

Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terhairan dan kau pasti juga
hairan bukan? Aku,

seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat
dari malam-malam yang

kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa
kerana do'aku yang makbul

dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terpejam,

Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam
Nawawi. "Suatu hari muridku

menanyakan kepadaku, bagaimana aku boleh menciptakan berbagai karya
yang banyak?

Bila aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku?" Lalu
kujelaskan padanya, "Jika aku

mengantuk, maka aku hentikan solatku dan aku bersandar pada buku-
bukuku sejenak.

Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan
ibadahku."
Aku tahu kau pasti berfikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh
akal sihatmu. Tapi

lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau boleh menikmati
karya-karyaku.

Wahai orang-orang yang tergoda,

Begitu kuatkah syaitan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur
pulas? Ya, sangat kuat,

tiga ikatan di tengkuk lehermu! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu
sambil berkata, "Hai

manusia, engkau masih punya malam panjang, kerana itu tidurlah!."

Hei, sedarlah, sedarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu
muslihatnya! Syaitan itu berbohong

kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk
menangkal godaannya.

Sebutlah nama Allah, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian,
berwudhulah, maka

akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, solatlah, solat
seperti kami, maka akan

lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlelap,

Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan? Masihkah?
Adakah tergerak

hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama
dengan-Nya,

memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat? Tidakkah kau tahu, bahwa
Allah turun ke

langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau
tahu, bahwa Dia

berkata, "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan
Kukabulkan,

siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon
ampun kepada-Ku

akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah."

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia,

Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada ertinya.
Malamlah yang

memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah
malam-malam yang

penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap? Apakah kau
menginginkan kehidupan

sesungguhnya? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak
kau akan temukan

cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin
terlelap, menikmati

tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan
gulingmu, bergeliat

manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta
kami ini sungguh tak

berarti apa-apa bagimu.

Semoga Allah mempertemukan kita di sana, di syurga-Nya, mendapati
dirimu dan diri kami

dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi
dalamnya terlihat dari luar.

Semoga...


Manusia-Manusia Malam

Semoga kisah orang-orang besar itu menjadi penyemangat kita untuk
mengikuti jejak mereka.



Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Back to top Go down
View user profile
 
surat dr penjaga2 malam..
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
 :: Karya atau Artikel anda .. :: Hantar disini...-
Jump to: