HomePortalCalendarFAQSearchRegisterMemberlistUsergroupsLog in
Navigation
 Portal
 Index
 Memberlist
 Profile
 FAQ
 Search
Log in
Username:
Password:
Log in automatically: 
:: I forgot my password
Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest :: 1 Bot

None

Most users ever online was 177 on Mon Jul 26, 2010 8:41 pm
Latest topics
» Tahun 2 Perubatan
Tue Oct 30, 2012 11:42 pm by Hangen

» BERAS PCM... dapatkan dari Unit Ekonomi sekarang!~
Tue Jan 04, 2011 7:21 am by Nour El

» Promosi VOIP Super Duper Deal!!~
Tue Jan 04, 2011 6:59 am by Nour El

» AJK/Wakil Jualan Unit Ekonomi 10/11
Wed Dec 15, 2010 5:27 am by Castello

» Qillerk's VoIP~ just for you..<3
Wed Dec 15, 2010 1:10 am by Nour El

» aku ingin menangis
Mon Dec 13, 2010 1:07 am by hasanbana

» semangat belajar dan semangat juang
Fri Dec 10, 2010 9:52 pm by hasanbana

» Siri Aku Berkenalan Dengan Jin (Final)
Thu Nov 11, 2010 4:42 pm by budak baik

» Apa hukum pakai pendakap gigi? Adakah ia sama seperti mengubah kejadian ALLAH seperti tatoo?
Wed Nov 10, 2010 8:15 am by hambaAllah

» Senarai Barang-barang jualan Unit Ekonomi
Wed Nov 03, 2010 1:42 pm by mencari_maksud

Top posters
Nour El
 
Allotropic
 
budak baik
 
meteorex
 
satudua
 
upp_pcm
 
izzati.abdullah
 
hasanbana
 
goLLacaSe
 
kokkunkap
 
Search
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
December 2016
SunMonTueWedThuFriSat
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
CalendarCalendar

Share | 
 

 Bagaimana Rupanya Gunung Wahai 'Gunung'?

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Hijau Yang Damai
Viewer
Viewer


Number of posts : 33
Points : 0
Registration date : 2007-12-11

PostSubject: Bagaimana Rupanya Gunung Wahai 'Gunung'?   Tue Oct 07, 2008 3:33 pm

Bagaimana Rupanya Gunung Wahai 'Gunung'?



[img][/img][You must be registered and logged in to see this image.]
Seorang anak mengungkapkan satu persoalan kepada ayahnya. “Yah,rupa gunung itu seperti apa ya?” Sang ayah tidak menjawab. Ia hanya berkata, “Baiklah, kita berangkat menuju gunung. Akan kamu lihat seperti apa wajah gunung itu.”

Berangkatlah mereka berdua dengan menaiki kereta. Perjalanan itu memakan masa yang lama, kerana jarak antara tempat tinggal mereka dengan gunung terdekat memakan waktu empat jam dengan kereta. Jarak yang jauh. Bahkan sangat jauh untuk ukuran seorang kanak-kanak yang berusia enam tahun.

Ketika perjalanan sudah menempuh hampir separuh perjalanan, anak itu berteriak, “Horrayyy, gunungnya sudah kelihatan.” Dari balik kaca kereta, sebuah gunung mengbiru terlihat begitu anggun. Puncaknya menjulang ke langit nan biru dan menembus awan putih. “Oh, indahnya gunung itu,” ucap sang anak. Ia benar-benar kagum.

Kereta mereka pun terus dipandu laju. Jalan yang ditempuh tidak lagi lurus dan datar, tapi sudah berbelok-belol dan naik turun. Wajah gunung pun terlihat hijau kerana dedaunan pohon mulai tampak walaupun cuma didominasi warna. Anak itu ujar lagi, “Oh, ternyata gunung itu berwarna hijau. Ada pohon-pohon kecil yang berjajar.”

Sambil menikmati pemandangan sekitar, anak itu pun menyanyikan lagu: “Naik naik ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali…” Hingga, perjalanan berhenti pada sebuah dataran yang sangat tinggi. Dari situlah mereka bukan hanya bisa melihat wajah gunung yang asli, bahkan juga memegang dan menginjak gunung. Mereka sudah berada di puncak gunung.
[You must be registered and logged in to see this image.]
“Gunungnya mana, Yah?” tanya anak itu kehairanan. “Inilah wajah gunung yang kamu cari, tanah yang sedang kita pijak ini,” jawab sang ayah sambil menunjuk ke tanah yang menanjak dan menurun. Anak itu agak hairan. “Ini? Tanah yang gersang ini? Tanah yang cuma berisi batu dan pohon-pohon kecil dengan air sungainya yang keruh?”

Sang ayah mengangguk pelahan. Ia menangkap warna kekecewaan yang begitu dalam pada diri anaknya. “Anakku, mari kita pulang. Mari kita nikmati wajah gunung dari kejauhan. Mungkin, dari sanalah kita boleh mengatakan bahawa gunung itu indah…”

Ketika seseorang sudah menjadi ‘gunung-gunung’ di masyarakatnya. Di mana, wajahnya boleh dilihat ramai orang, suaranya didengar banyak orang; akan muncul persoalan bagi orang-orang yang melihat dan mendengar tokoh baru itu. Mereka ingin tahu, seperti apakah wajah sang tokoh ketika dilihat dari dekat: perilakunya, kehidupan rumah tangganya, dan hal-hal terperinci lain.

Sayangnya, tidak semua ‘gunung’ yang terlihat indah ketika jauh, benar-benar indah di saat dekat. Para peminat yang ingin dekat dengan ‘gunung’ itu pun pasti kecewa. Ternyata, ‘gunung’ yang dari jauh indah itu, menyimpan banyak cacat. Keindahannya hanya palsu.

Mari, kita bangunkan ‘gunung-gunung’ diri yang benar-benar indah, baik dari jauh, apalagi dekat. Jangan biarkan mereka yang kagum, menjadi kecewa. Jangan sampai ada orang-orang yang ujar persis seperti sang ayah berkata, “Anakku, mari kita menjauh. Mungkin hanya dari kejauhanlah, kita mampu mengatakan bahawa ‘gunung’ itu indah…”

Posted by
Hijau yang damai
at 10:06 AM
Labels: Edisi Tarbiyah

[You must be registered and logged in to see this link.]
Back to top Go down
View user profile
 
Bagaimana Rupanya Gunung Wahai 'Gunung'?
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
 :: Karya atau Artikel anda .. :: Hantar disini...-
Jump to: